Minggu, 18 Mei 2014

My Story


My Story
Genre : Slice of lice, School life, Romance, Friendship, Comedy
“ Perlahan-lahan aku menyukai kehidupanku yang baru “
  

     Kirika melihat keluar jendela. Angin berhembus mengenai kulitnya dan menghembuskan rambutnya. Ia tersenyum ketika melihat burung yang ada di pohon dekat rumahnya. “aku iri pada burung itu. Masih punya ayah dan ibu lengkap” Kata Kirika didalam hatinya. Perlahan-lahan air matanya mengalir. Ia lahir di keluarga broken home. Ayahnya meninggalkan rumah saat Kirika masih 3 tahun. Nama panjang Kirika adalah Aoki Kirika. Ayahnya bernama Aoki Kitsuo dan Ibunya bernama Aoki Marika “ Kirika! Apa kau sudah bangun? Sarapan sudah siap! Sekalian panggilkan Hiro-chan dan katakan bahwa Sarapan sudah siap!” Ajak ibunya dari lantai bawah. “baik, Bu!” Jawab Kirika. Kirika pun mencuci mukanya dan menggosok giginya lalu mengganti bajunya. Ia pun pergi memanggil Hiro-chan. Hiro-chan adalah Tetangga Kirika. Orangtua Hiro-chan jarang pulang, jadi yang mengurus Hiro-chan adalah Ibu Kirika, Marika. Oh, ya nama Hiro-chan adalah Katou Hiroshi, anak perempuan dari Katou Kaiya dan Katou Ai.Hiro-chan masih berumur 4 tahun. “Hiroshi, Sarapan sudah siap!” Kata Kirika sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah Hiro-chan. “Rika-nee? Oh... Ayo kita makan!” Kata Hiro-chan dengan suara berat. Ya, ia baru saja bangun. “Hiroshi... Sikatlah gigimu dulu sebelum makan! Biasakan dirimu!” “iya, huuh Rika-nee berisik”. Setelah makan, Kirika mengambil tasnya dan pergi kesekolah. “Ibu, Kirika berangat!” kata Kirika sambil senyum. Ia berjalan menuju stasiun. “Aw!” Rintih Kirika. Ternyata, Ia bertabrakan dengan seseorang saat ingin memasuki kereta. “Ah, maaf nona!” kata orang itu. Kirika menatap orang itu dan mengikutinya masuk ke kereta. “Ah, kamu nona yang tadi, ya? Kamu manis, ya! Nama kamu siapa? Aku Miyoshi Takaki. Salam kenal!” kata Takaki. “A, aku Aoki Kirika, salam kenal juga!” Balas Kirika sambil tersenyum.
   
   Setelah sampai di stasiun dekat sekolah, Kirika tidak sempat berpamitan dengan Takaki. Tapi, Kirika sudah tahu Takaki sekolah dimana, rumahnya dimana, dan e-mailnya apa. Dia langsung meng-email Takaki. “Miyoshi-san, maaf tadi aku tidak sempat berpamitan padamu” Tak apa kok! Ah, boleh aku memanggilmu Kirika-chan? Apa besok kamu akan naik Kereta di Stasiun itu lagi?” Balas Takaki. “ah, tak apa kok. Sebaliknya... aku juga boleh memanggilmu Takaki? Besok aku pasti akan naik Kereta itu lagi kok” Balas Kirika lagi. Kali ini Takaki tidak menjawab. Ya, dia juga kelas 1 SMA jadi tak boleh melewatkan Acara penerimaan Murid baru. Setelah itu, Murid-murid baru pergi dengan teman-temannya. Kirika melihat mereka dan agak merasa iri. Selain broken home, Ia juga tak punya teman dan selalu sendiri sampai kelas 1 SMA. Angin pun berhembus. Bunga sakura pun berterbangan, begitu pula dengan rambut Kirika. Angin menghembuskan rambut Kirika. “Cantik” “eh?” begitu mendengar kata ‘Cantik’, Ia terkejut dan menoleh ke belakang. Ada seorang perempuan, berambut pirang pendek dan sangat cantik. “Ah, aku mengejutkanmu ya? A, Ao...ki-san ya? Aoki Kirika-san? Maaf. Namaku Hoshiko Miu,panggil saja Miu, aku juga anak baru sepertimu. Yah.. salam kenal!” Katanya sambil tersenyum. “ah... kalau begitu, panggil saja aku Kirika, salam kenal juga!” Balas Kirika. Tiba-tiba ada seseorang yang langsung membawa pergi Miu. Tatapannya seram, rambutnya panjang sepunggung dan berwarna hitam, kulitnya putih dan memakai kacamata. “Miu, Ayo. Maaf bila aku mengganggu kalian, tapi... Miu adalah milikku dan aku takkan memberikannya pada siapapun!” Katanya. “Ah... Sacchan! Aku kan masih ingin berbicara dengan Kiri..”Kata Miu. Miu dan Seseorang yang Miu panggil ‘Sacchan’ meninggalkanku. “E..too.. Nama saya Aoki Kirika” kataku saat berada di depan kelas dan disuruh mengenalkan diri. Setelah mengetahui banyak nama, akhirnya giliran Miu “Namaku Hoshiko Miu! Dari SMP di Fukuoka! Aku baru pindah bulan lalu dan akhirnya masuk sekolah ini karena sekolah ini..” “SELANJUTNYA!”. Semua murid tertawa “Bahkan Miu belum menyelesaikan kata-katanya, tapi Sensei tidak sabaran” Kata Kirika dalam hati. Selanjutnya... Ah, anak itu ‘kan yang tadi membawa pergi Miu.... “Namaku Houki Arisa. Salam kenal” Kata Arisa. Bahasanya formal dan kaku. “Ah, Kalian pasti menganggapku Perempuan ‘kan? Tidak tidak! Aku ini laki-laki sekalipun namaku Arisa. Kepala sekolah salah memberiku seragam dan orangtuaku menginginkan anak perempuan dan aku disuruh memanjangkan rambutku” Jelas Arisa panjang lebar. Secara tak sadar Kirika menengok ke arah Miu. Miu nampaknya sangat malu, Kirika mulai menghayal dan menebak bahwa Arisa menyukai Miu.

   “Houki-kun, apa kau menyukai Miu?” Tanya Kirika pada jam istirahat. “Tadi sudah kubilang ‘kan? Miu adalah milikku! Tentu saja aku menyukai Miu! Kami berdua sudah berteman baik sejak lima tahun!” Jelas Arisa. Mukanya mulai memerah. “Sacchan! Ya ampun! Jangan suka menghilang, dong! Aku kan khawatir padamu! Eh? Ki....Kirikacchi? tumben sekali! Biasanya Sacchan tidak mau berbicara kepada orang lain selain aku!” Kata Miu. “ah! Miu! Jangan membeberkan rahasiaku pada orang lain!” Kata Arisa. “Houki-kun? Kau itu Hikikomori ya?” Tanya Kirika. Arisa terlihat pucat dan berkeringat aneh. “Ah, Kirikacchi! Kau itu Esper ya?” “bukan, bukan! Karena aku juga Hikikomori , makanya aku tahu!” Jawab Kirika. “ngomong-ngomong baru-baru ini ada gosip tentang orang yang mirip emon” Kata Miu. Setelah mendengar itu, bel masuk pun berbunyi. “hari ini Ibu hanya bisa memberikanmu jadwal pelajaran saja, semua kelas juga seperti itu. Jadi, belajar ya setelah sampai dirumah!” Jelas Bu guru.  Hari ini Kirika senang sekali karena dapat tiga orang teman. Kirika pun pergi ke Stasiun lalu memberi tiket. “Keretanya lama sekali.... ah.. aku haus... beli minuman dulu, ah!” kata Kirika. Setelah membeli minuman, Kereta pun datang. “Hei! Kirika-chan! Duduk disini duduk disini!” Kata Takaki. “Takaki-kun!”. Kirika sangat terkejut melihat tempat disebelah Takaki kosong.”Aku mempersiapkan tempat duduk ini untukmu. Aku selalu bilang ‘ada orang yang mendudukinya’” Kata Takaki. Kirika senang sekali dan tanpa sadar, benih cinta telah ditanamkan di hati Kirika. Kirika pun mulai merasa jatuh cinta. Untuk-pertama-kalinya.

Disamping itu, ada seseorang yang mengincar Kirika. Bukan Arisa juga bukan Takaki


To be Continued~

0 komentar:

Posting Komentar

 
Template Design By:
SkinCorner